Jadi dalam waktu dekat insya Allah saya akan publish UX Design Online Course sendiri di website buatan sendiri, sebetulnya sudah jadi website dan segala macamnya.

Throwback sedikit, sebetulnya saya memang merasa suka dan passion dengan sharing. Mungkin saja karena mendiang ibu saya adalah guru sekolah walaupun profesi guru sekolah itu seperti terlihat ‘biasa’ ya. Seperti yang tidak harus ada passion juga saking umumnya, tapi kalau saya lihat karakter ibu saya dulu, sepertinya beliau memang passion mengajar. Saya tidak terlalu mengenal lebih lama ibu saya karena beliau sudah pergi mendahului ketika saya kelas 3 SMP, pas setahun setelah kepergian mendiang ayah…


Berikut contoh-contohnya dalam dunia kerja, khususnya desain

Dalam dunia pekerjaan tidak bisa dipungkiri bahwa memilih prioritas itu sangat penting. Saking pentingnya, dalam sistem workflow yang sering digunakan dalam dunia kerja, tak terkecuali di startup-startup, kerap kali menggunakan prioritas dalam Kanban. Ada setting prioritas dalam aplikasi task management. Atau ketika dalam proses design thinking, ada juga momen menentukan suatu keputusan berdasarkan prioritas, dan prioritas tersebut ditentukan berdasarkan effort dan impact.

https://www.nngroup.com/articles/prioritization-matrices/

Bahkan dalam Islam pun, mengetahui prioritas, tak sekadar tahu baik dan buruk saja dapat mencirikan suatu kecerdasan.

Tentu ini sangat berlaku juga di dunia pekerjaan sebagai Designer. Namun ngga hanya prioritas yang ditentukan oleh team atau Product…


Intinya karena saya hobi sharing. Saya memang suka baca dan nulis. Sejak 2012 saya pernah nulis artikel desain di jurusgrafis.com (udah ngga ada webnya) dan desaindigital.com di tahun yang sama. Saya juga bikin Info DKV di Twitter sejak 2011 dan menulis artikel juga di webnya (webnya belum diupdate lagi hostingnya hehe). Sampe akhirnya ada medium.com, lalu saya pikir ini koq kayanya pas banget buat saya share dan nulis ya. Akhirnya beberapa artikel di web Info DKV saya import langsung ke medium.com ini. Karena terlihat simpel dan menarik platformnya. Kebetulan isinya juga udah mulai soal UI Design saat saya import ke…


Illustration by me

Ini sebenarnya simpel ya tapi bisa jadi rumit, walaupun mungkin seiring berjalannya waktu dan pengalaman kita bertambah, semakin kita dapat menyadari dan lebih peka lagi terhadap hal ini (harusnya).

NAMUN, pernah dengar ga ungkapan, “Cantik itu relatif, jelek itu mutlak.”?Saya ngga maksud body shaming. Cantik di sini kan bisa apapun, fashion, perabotan, karya seni, peralatan hobi, dll. Cuma saya merasa harus nyambungin ke analogi ungkapan tersebut supaya lebih mudah kebayang.

JADI, dalam desain product pun ada beberapa patokan standar dari segi visual yang sebenarnya ngga jauh beda dengan desain grafis. Hanya saja jika desain visual dalam product digital, berkaitan dengan…


Illustration by me

I always see everything from both sides, almost in everything. So what I mean with the title ‘does exist and doesn’t exist’ is kind of….whether it’s important or not, has the impact or not, right or wrong or simply literally does exist and doesn’t exist, since persona is actually a fictional character with the data that compiled from real users based on user research.

At a time, I was asked when I spoke at a local UX meetup by one of the participants. He asked me about my opinion in Persona, because he heard that Persona is useless or out…


Illustration by me.

Dari judul sudah jelas ya. Tidak perlu banyak bacot sebetulnya untuk menjelaskan secara detail. Tapi berhubung saya lagi pengen agak sedikit ngebacot juga melalui tulisan hehe, jadi ya udah tulis aja, sih. Tulisan ini berdasarkan pandangan dan pendapat saya pribadi aja yang diharapkan bisa jadi gambaran atau saran untuk kita sendiri, team kita sendiri, perusahaan kita sendiri, hidup kita sendiri. Jadi tujuannya bukan untuk ngomongin orang, kelompok, dll.

Gini sih, saya sendiri boleh dibilang orang visual, kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual (angkatan berapanya, kemungkinan yang baca akan tercengang, jadi udahlah…monmaap yang lebih senior dari saya, tidak ada maksud…tapi kenyataan…


Saya sebetulnya sudah penasaran dengan gambar- gambar kaya gini sejak taun lalu cuma belum ada waktunya selama ini.

Terakhir suka gambar setelah lulus kuliah era deviant art msh hype dan belum tergilas dribbble. Tapi dulu saya kurang bisa tracing dan ga tau cari inspirasi dimana selain dari para illustrator vintage jadul yg saya dapat dari internet macam Marc Chaggal, James Flora, Picasso, Saul Bass. Lagian internet saat itu masih mahal ya. Entah saya yang kurang googling (or yahooing at that time? 🤔) atau saat itu memang belum ada ilustrasi digital yg berkembang seperti sekarang. Jadi dulu, sketsa saya yang pake…


Illustration by my self. ‘Google’ here is just a sample ^ ^. Actually some of smaller companies have free lunch benefits as well with the same or better tastes.

My post on Linkedin above has the most responses in my whole life 😶 and I posted about my plan to write this article. Not sure why, is it because many people silently really want to work remotely or are they assumed that I work remotely at a big tech (again)?, so they’re curious. The fact is before you’re going to read more, let me explain first that I don’t work (remotely) with another big tech again, I work remotely with a small team instead. And I’m writing this article to share my experience with my priority in life and…


It can be useful hopefully for singles as well if you have a plan to have kids

So many case studies about designs on the internet especially on this Medium.com blog. Sometimes it is a must as a requirement that you have when you’re applying for a job or it is a must just because you are a designer. Well, to have a case studies blog as designers are still not common or required here in Indonesia, but some designers here already done this I think.

Since I’m very passionate about UI/UX Design so I wanted to have something that other ideal designers have. Here’s the checklist:

1. Online Portfolio
All designers jaman now should have an online…


(as an introvert and how to deal with it successfully)

I started my career in 2008 right a year after graduated as Jr. Art Director in a small advertising. I was once created a web design at that time for the biggest pipe company in Indonesia, Wavin. The rest were just like advertising typical jobs, created ads. Only lasted for 2 months, though. I had sleepless and thought that was not good for my health. I continued my career in 2010 in a small team IT agency which mostly the projects were the websites. I didn’t had any intention to be a web designer or something like that. …

Windyasari Septriani

Designer at MindLife UK | https://mindlifegroup.com | Ex Bukalapak | https://linktr.ee/windyvintage

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store